KETIKA HARUS MEMILIH….

images5

Dalam hidup, seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ada beberapa pilihan yang memungkinkan kita ambil sekaligus, ada juga yang memposisikan kita harus memilih salah satu.

Peliknya terasa ketika 2 pilihan yang dihadapkan terasa sama baiknya. Hal ini saya hadapi pada tahun 2012 dulu. Ketika usai studi S2 Ilmu Keolahragaan di UNY, ternyata ada moratorium cpns. Cita-cita saya untuk mendaftar dosen pun tertunda sudah. Setelah menganalisis berbagai plan, akhirnya saya tetapkan menggunakan waktu yang ada untuk meningkatkan kualitas diri guna mendukung pencapaian cita-cita.

Kegiatan pertama yang saya pilih adalah melanjutkan mengajar renang baik untuk privat maupun sekolah. Saya juga fokus mengembangkan sekolah renang yang sudah saya bangun sejak awal studi S2.

Kenapa saya memilih renang dan bukannya memilih mengajar penjas di sekolah memiliki alasan tersendiri. Pertama, dengan mengurus sekolah renang dan mengajar renang, saya memiliki kemerdekaan dalam mengatur waktu. Saya tidak terkekang dengan aturan sekolah yang mengharuskan melakukan kegiatan ini itu sehingga mencegah saya melakukan kegiatan pengembangan diri lainnya. Bukan hal yang asing untuk mendengar bagaimana guru yang honorer harus tetap di sekolah sampai siang atau sore. Tentunya hal tersebut membatasi gerak.

Memang passion saya mendidik. Tapi saya harus melihat jauh ke depan mengenai cita-cita saya.

Hal paling logis untuk dipilih saat itu adalah mengajar renang, karena durasinya hanya dalam hitungan jam, bisa 1 – 3 atau 4 sesi per hari @ 1 jam. Waktunya pun bisa fleksibel.

images7

Penghasilan juga menjadi salah satu faktor terpenting dari pemilihan profesi ini. Apalagi saya sudah mandiri dan tidak ditanggung ortu. Penghasilan ini juga penting artinya untuk membiayai pengembangan diri lainnya seperti les bahasa Inggris dan mengikuti berbagai tes Bahasa Inggris.

Ya, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris adalah pilihan kegiatan saya yang kedua. Ini menjadi hal yang sangat penting terkait dengan kegiatan ketiga yang saya putuskan yaitu hunting beasiswa S3 ke luar negeri.

Singkat cerita, saya lolos Beasiswa Unggulan Dikti 2012 dengan tujuan ke University of Northern Colorado, USA. Namun setelah pengumuman beasiswa, terdapat informasi penerimaan cpns dosen di kampus almamater FIK UNY. Nah, bagaimana ini? Setelah berkonsultasi dengan Ibu WR I, Prof.Dr.Nurfina Aznam, beliau menyarankan untuk menempuh saja semuanya. Demikian juga saran dari orang tua dan berbagai pihak.

Alhamdulillah, akhirnya pengumuman cpns keluar dan saya diterima. Maka nikmat manakah yang kamu dustakan? Surat Arrahman senantiasa terngiang-ngiang. Buah kerja keras pontang-panting demi mendapat beasiswa dan lolos tes cpns terbayar lunas.

Namun, belakangan muncul masalah. Aturan menyebutkan bahwa sebagai cpns, saya tidak boleh menempuh studi sampai berstatus pns dan memiliki masa kerja minimal 2 tahun; boleh 1 tahun jika memang bidang ilmunya betul-betul dibutuhkan. Memang saya menjumpai beberapa kasus dimana ada yang tetap nekat berangkat studi ke luar negeri dengan status seperti ini. Kampusnya juga mengijinkan. Demikian halnya dengan kampus saya yang juga mengijinkan.

Namun apa dikata, Dikti sebagai lembaga pemberi beasiswa tidak memperkenankannya. Otomatis, surat pengantar untuk pembuatan sp setneg sebagai modal berangkat studi dan pencairan beasiswa gagal didapat. Saya harus bolak-balik jogja-jakarta untuk mengurusi masalah ini.

Masalah ini sangat terasa pelik bagi saya, karena kedua hal tersebut adalah impian saya sejak lama. Studi di LN adalah cita-cita saya sejak dulu. Semua terasa seolah sudah dalam genggaman. Tak terhitung bagaimana jerih payah untuk mendapatkannya.

Mulai dari menyusun proposal, mendekati supervisor sehingga harus standby depan komputer untuk balas email Profesor tiap tengah malam-pagi karena perbedaan waktu Indonesia-USA, les bahasa Inggris, Tes Bahasa Inggris IBT yang mahal, susah payah belajar dan tes GRE di Jakarta, dan lain sebagainya.

Demikian halnya dengan cita-cita menjadi dosen. Itu adalah passion saya yang betul-betul ingin saya gapai. Malahan, studi S3 ke luar negeri itu, selain memang cita-cita, adalah salah satu cara yang saya lakukan untuk mengisi waktu tunggu guna memperbesar peluang diterima menjadi dosen.

Saya sempat merasa bingung dengan pilihan ini. Apakah saya melepaskan status cpns dengan resiko diblacklist atau lainnya yang saya belum tahu, atau saya memilih studi S3 ke USA yang sudah saya impi-impikan sejak dulu! Hal yang sudah saya perjuangkan dengan begitu hebatnya, namun dengan resiko bahwa sepulang saya nanti belum tentu ada formasi cpns dan belum tentu juga bisa diterima lagi.

images6

Setelah memohon petunjuk Allah, melakukan sholat istikhoroh, dan diskusi dengan berbagai pihak, akhirnya saya putuskan tetap menjalani status cpns. Bagaimanapun, insyaAllah beasiswa untuk dosen saya yakin selalu ada jalannya.

Berbekal kemantapan dari Allah, alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Proses prajab ditempuh tak lama setelah menjadi cpns. Berbagai kebaikan lain pun datang silih berganti, mulai menikah, status full pns, memiliki anak, status asisten ahli, sertifikasi dsb yang menjadi rejeki luar biasa dalam pernikahan saya dan suami. Suami pun berhasil mendapat job sesuai passion usai menikah dan bahkan ketika saya sedang hamil.

Maka nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?

 

Hal-hal tersebut, selayaknya membuat kita berpikir bahwa sebaik-baik perencana adalah Allah, sebaik-baik penentu adalah Allah.

Maka, mohonlah padaNya dalam tiap sujud dan doamu supaya mendapat jalan terbaik dari setiap situasi.

Yakinilah bahwa rencana apapun dari Allah adalah yang terbaik buatmu. Bisa jadi kamu mengira sesuatu itu terbaik bagimu padahal tidak dan bisa jadi apa yang kmau kira terburuk bagimu justru adalah hal yang paling baik. Hal ini sudah dengan jelas disampaikan Allah dalam firmanNya.

images4

Maka dari itu, selalu berprasangka baiklah pada Allah. Karena dengan berprasangka baik maka hati akan menjadi tenang. Ambillah hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian baik ataupun buruk sebagai bahan instropeksi dan perbaikan diri. Dan, bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmat untukmu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s