Tips dapat Letter of Offer (LOO) atau Letter of Acceptance (LOA) lebih cepat bagi AAS Awardee

LOO atau LOA adalah hal yg penting bagi insan yang ingin lanjut studi ke luar negeri. Surat tsb adalah bukti bahwa kita diterima oleh Univ. Biasanya surat ini menjadi persyaratan awal beasiswa seperti beasiswa Dikti.

Alhamdulillah, LOO dan LOA bukanlah syarat awal beasiswa AAS. Justru AAS akan bantu awardee untuk mendapatkannya setelah masa PDT usai. Namun demikian, sebagai calon mahasiswa PhD yang pengurusan LOO nya biasanya membutuhkan waktu lebih lama perlu melakukan strategi tersendiri.

Saya sendiri sudah berusaha daftar dan dpt LOO sejak daftar beasiswa. Ini adalah sebagai ikhtiar saya supaya pengurusan berbagai dokumen bisa lebih cepat bila diterima dan jikapun tidak maka LOO akan bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa yang lain. Walaupun saya selalu berusaha positive thinking dan hanya mengijinkan pikiran bahwa saya akan diterima dan diterima beasiswa ini. Di bawah ini bisa disimak kisahnya. Selamat membaca…

Jumat, 16 Maret 2018

Tanggal ini menjadi tanggal bersejarah bagiku. Alhamdulillah LOO sudah mendarat di email. Tadinya aku nggak mengira kalau bakal secepat ini. Alhamdulillah atas bantuan Allah semua ini mungkin.

Letter of Offer merupakan bagian yang crucial dari perjalanan beasiswa Australia Award Scholarship. Tanpa surat ini ya kita gak bakalan jadi studi ke Aussie.

Gambaran tahapannya seperti ini.

  1. Setelah mendapat pengumuman lulus seleksi maka kalian akan menjadi awardee. Awardee perlu mengkonfirmasi bersedia menerima beasiswa dengan mengisi dokumen dan mengembalikannya ke Australia Award Indonesia (AAI). Pada tahap ini awardee harus menyatakan bersedia mengikuti compulsory pre-departure trainingĀ  (PDT) yang lamanya tergantung dari nilai IELTS saat seleksi. Lokasi PDT antara di IALF Jakarta atau Bali dan AAI yang menentukan lokasinya. Permintaan pindah lokasi akan dilihat kasus demi kasus. Khusus bagi awardee yang akan ambil PhD, akan ada PhD Extension Training selama 2 minggu. Biasanya lokasi di IALF Jakarta.
  2. Tes IELTS dilaksanakan setelah PDT usai dan sebelum PhD Extension Training.
  3. Hasil tes IELTS akan menentukan langkah selanjutnya. Kalo belum memenuhi syarat minimal AAS yaitu 6.5 minimal semua band 6 maka awardee dipersilahkan test dengan biaya sendiri max 1 kali untuk memperlancar semua pengurusan dokumen. Tahun-tahun lalu ada opsi tambah pelatihan sampai 9 bulan kalau belum lolos. Tapi kemarin sempet denger isu kalau tambahan waktu pelatihan akan ditiadakan. Pastinya bagaimana tanya AAI saja. Yang jelas, kalau kalian belajar sungguh-sungguh baik dari kemampuan berbahasa, psikologi, perkuat berdoa, maka insyaAllah nilainya akan memenuhi syarat.
  4. Hasil IELTS akan dikirim ke Universitas, kalau lolos kita dapat LOO dari Universitas dan langkah ke Australia menjadi terang, hehe….. Kalau nilai tidak cukup untuk univ piliha pertama, secara otomatis kita akan di apply kan ke univ pilihan kedua.
  5. Kalau udah dapat LOO, urus surat kontrak beasiswa, perijinan lainnya dan anda siap berangkat ke Australia.

Pada kasus saya, tes IELTS dijadwalkan 10 Maret 2018, tapi saya ambil inisiatif tes IELTS dengan biaya sendiri (yang moga-moga nanti bisa dicover univ saya) pada tanggal 10 Februari. Pertimbangan saya ambil tes duluan adalah karena status saya PNS dimana dokumen yang mesti disiapkan jauh lebih banyak daripada yang non PNS dan perlu waktu lama, misal kepengurusan ijin di tingkat univ, SP Setneg, dll. Alhamdulillah paspor dinas saya masih berlaku. Tapi tetep saya ingin semua pengurusan dokumen lancar sehingga ini adalah bentuk ikhtiar supaya semua urusan berjalan lebih cepat.

Dengan ambil IELTS 10 Februari, maka pada tanggal 23 Februari saya sudah bisa tau hasilnya dan sudah merasa plong di saat teman2 lain sedang mulai stres saat tekanan ujian. Alhamdulillah saya tidak terlalu merasa beban psikologis dan saat tes pretend aja kalau itu adalah mock test, jadinya enjoy, alhamdulillah hasilnya baik, overall 7, lebih dari cukup untuk mendaftar ke Univ.

Saat proses mendaftar beasiswa AAS, saya juga sudah mendaftar ke Univ dan mencari supervisor sehingga saya sudah dapat LOO terlebih dahulu meski AAS tidak mewajibkan punya LOO. Meski sudah punya LOO yang masih berlaku, tapi itu tidak akan dipakai karena AAI akan pakai LOO dari proses registrasi yang mereka daftarkan. Namun saya bisa melampirkan LOO saya dan hal tersebut akan mempercepat kita mendapat LOO yang baru. Dan hal tersebut terbukti, Alhamdulillah saya dapat LOO jauh lebih cepat dari teman2 yang lain.

Sekarang saya sudah melalui minggu pertama PhD extension, tinggal 1 minggu lagi. Setelah itu dilanjutkan mengurus berbagai persiapan yang insyaAllah akan saya ceritakan di posting2 berikutnya. Indahnya PhD extension juga nanti insyaAllah saya ceritakan ya plus tips cari tempat tinggal murah selama PhD extension di Jakarta.

Yogyakarta, 18 Maret 2018, 7.39 am

Menyempatkan waktu menulis sebentar sebelum bermain2 dengan anak kembali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s