Kosong

Kadang aku berpikir kenapa aku berada di tempat ini. Mengapa aku disini, dan melakukan hal ini.

Kadang hati ini merasa kosong, lelah tak berkesudahan. Dan pikiran menjadi berhenti di tempat. Tak mampu kupusatkan pikiran utk menyelesaikan tugas-tugas ini. Tapi aku sadar, bukan diriku jika hal itu terjadi.

Maka yg kulakukan sekarang adalah membagi bebanku denganmu. Dengan menuliskannya dalam untaian baris kata-kata yang kau baca ini.

Tahukah kamu? Saat ini kepalaku terasa sedang penuh sesak. Terasa panas sekali. Ah, materi hari ini berat sekali untuk otak ini yg sudah sekian lama tidak terbiasa membaca dan belajar.

Lihatlah di depanku. Ada setumpuk kerja rumah menanti. Menunggu kusentuh krn besok deadlinenya.

Tapi inilah yg ingin kulakukan saat ini. Menulis beban ini. Berharap ia akan berkurang dg berbagi.

Aku tak perlu hiburan darimu pun kata-kata manis dan wejangan. Ku hanya ingin berbagi rasaku tanpa mengharap jawaban kembali. Cukup dimengerti. Ya cukup itu. Cukup bahwa dirimu membaca tulisan ini dan turut mengerti apa yg kurasakan.
Itu sudah cukup untukku.

Yah, sepertinya tugas ini memanggil-manggilku. Maka kesanalah aku kembali.

Dan dirimu, ya dirimu. Semoga masih setia mendengarku seperti dahulu.

Nov, 13, 2017 Denpasar

Catatan di RC, di saat gundah saat PDT di Bali kala memasuki minggu ke-3 dari 18 minggu yg harus dilalui.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s