Review Perbandingan Bus di Switzerland dan di Australia (Part 2)

Hi Everyone,

Well, setelah kemarin udah review bus di Switzerland, khususnya kota Basel, sekarang kita beralih ke review bus di Australia, khususnya di Toowoomba dan Springfield ya…

Kalo kalian belum baca tulisan sebelumnya ini linknya Review Perbandingan Bus di Switzerland dan di Australia (Part 1)

Noted: Tulisan ini tidak bermaksud menggeneralisasi, jadi hanya berlaku di dua kota tersebut saja dan berlaku sesuai pengalaman penulis. Bisa jadi yang lain dapat pengalaman berbeda.

Oke, pertama bus di Toowoomba. Di Toowoomba, layanan bus diselenggarakan oleh Translink. Di kota ini tidak ada “Go Card”, kartu elektronik prabayar yang bisa diisi sejumlah nominal uang guna membayar bus. Jadi kalau pakai Go Card kita ga perlu bayar bus pakai uang cash. Langsung tap aja kartu di tempat sensor saat naik bus dan tap lagi saat keluar. Maka saldo kita akan berkurang otomatis sesuai perjalanan yang kita tempuh. Kota Brisbane dan area sekitarnya pakai system Go Card ini. Namun, Toowoomba yang lokasinya lumayan jauh dari Brisbane, sekitar 2 jam by bus, tidak pakai system tersebut. Jadi kita selalunya bayar pakai uang cash kalau di Toowoomba.

Hal tersebut juga yang rentan membuat jadwal bus menjadi telat. Karena penumpang akan masuk 1 demi 1 dan bayar 1 demi 1. Dan semua proses itu dilayani oleh supir bus seorang. Jadi antri gitu deh. Bayangin aja kalo penumpangnya banyak bisa makan waktu berapa menit, missal 1 penumpang perlu 30 detik dan ada 10 penumpang kaliin aja ya…

Kalo diinget lagi system di Basel, Switzerland, semua penumpang bayar mandiri di mesin tiket yang ada di tiap halte. Jadi saat masuk ya tinggal masuk dan duduk. Bahkan penumpang tidak perlu menunjukkan tiket tersebut pada supir. Jadi semua dipercayakan pada penumpang terkait KEJUJURAN saat membeli tiket. Bisakah naik bus tanpa bayar tiket atau beli tiket yang salah, missal lebih murah dari seharusnya? Jawabannya bisa saja. Hal ini tergantung kejujuran masing-masing. Dan yang saya lihat para penduduk di Negara maju tersebut ketertiban dan kepatuhannya pada system bagus meskipun tiada seorangpun yang mengawasi. Katanya sekali waktu akan ada inspeksi, dan jika tidak bawa tiket atau cheating yg lain terkait tiket maka DENDAnya buesar sekali. Misalnya saya kan emang dapet gratisan mobility card tiket yang membuat saya gratis naik bus kapan aja kemana saja selama disana. Nah, kalo saya lupa ga bawa kartu ini dan pas kena inspeksi maka saya akan didenda besar banget, jutaan rupiah (saya lupa berapanya).

Balik lagi ke pengalaman naik bus di Toowoomba, di sana kalian akan ga asing melihat sopir-sopir bus emak-emak alias ibu-ibu. Iya, bahkan sempat saya liat iklan lowongan pekerjaannya di dalam bus bahwa emang dicari tuh sopir ibu-ibu. Tapi ya itu, yang saya rasakan, ketika para ibu menyetir bus sebesar itu rasanya kurang halus saat belokan sehingga terasa kayak menikung tajam mendadak gitu, kurang smooth. Kalo sopirnya Bapak-bapak yang lebih berpengalaman rasanya lebih halus sopirannya.

Terus jadwal busnya juga tidak sering, tidak sesering di Basel yang ada tiap sekitar 3 atau 5 sampai 10 menit. Tidak sesering di kota Brisbane juga yang mungkin sekitar 10 menitan ada. Kalau di Toowoomba kalian perlu liat betul jadwal bus dari mbah google atau aplikasi Translink kalo nggak mau menunggu terlalu lama tanpa guna. Karena bisa jadi bus yang kalian perlukan ada 30 menit, 1 jam atau bahkan lebih lama dari waktu kalian menunggu. Dan bisa jadi busnya telat. Perhatikan juga kalian nunggu di halte bus sebelah mana. Bisa jadi ada halte bus namanya sama persis tapi cuma seberangan doang. Jangan sampe nunggu di halte yang salah, perhatikan nomor bus stopnya di aplikasi Translink.

Oya, mengenai cara naik bus dari USQ Toowoomba bisa kalian tonton di video yang saya upload di tulisan ini Cara Naik Bus dari Kampus University of Southern Queensland (USQ) Toowoomba

Kalo udah malem kita juga ga bisa ngandelin bus. Pernah saya belanja di Toowoomba Plaza sampe jam 7 malem nah udah ga ada bus lagi. Jadi saya naik taksi. Sedikit perbandingan kalo naik bus sekitar 2,8 dollar (kalo ga pake concession card), nah kalau pakai taksi jadi sekitar 12-14 an dollar dengan jarak yang sama. Lumayan bikin kantung kempes kan, wkwkwk…..Amannya sekitar jam 6an terakhir pake bus atau liat betul jadwal di translink ya.

Terus kalo kalian udah enroll sebagai student, maka mintalah concession stiker yang ditempel di belakang student ID kalian, maka kalian akan dapat diskon 50% pada tiap perjalanan. Lumayan banget kan?

Oke deh, gitu dulu share kali ini. InsyaAllah posting berikutnya review naik bus di kota Springdfield ya….

See you again,,,,, InsyaAllah….

 

Springfield, di ruang kerja

Rehat nulis sejenak karena capek baca artikel, hehe……

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s