Catatan Perjalanan Sore Itu… (Jalan-jalan ke School Fair)

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,………………… (QS Ibrahim: 7)”.

Seharian kemarin Alhamdulillah saya mengalami kejadian-kejadian yang membahagiakan. Kejadian yang menjadi penawar tatkala hati merasa nggak karuan.

Ada dua kisah yang ingin saya ceritakan, yang satu terjadi pagi dan yang satu terjadi sore. Namun untuk posting kali ini saya akan cerita yang sore dahulu.

Ketika tanya teman yang tinggal di 1 unit tentang acara fair yang akan didatanginya, spontan ia mengajak. Tadinya saya sungkan ikut karena khawatir mengganggu waktu weekend pasangan keluarga ini. Namun sang istri mengetuk pintu kamar saya dan bertanya apakah mau ikut. Setelah memastikan apakah tidak mengganggu dan ia mengatakan sama sekali tidak maka saya pun mengiyakan.

Terus terang saya memang ingin sekali ikut. Hal ini karena perasaan saya nggak enak kalau harus tinggal di unit yang sedang ramai karena teman unit yang lain sedang ada tamu dan mereka bercakap-cakap atau malah beradu argument keras sekali, dalam Bahasa mereka, yang jelas bukan Bahasa Inggris, jadi saya nggak tau apa artinya. Saya paling tidak suka mendengar orang bertengkar meskipun saya tidak tahu pasti entah bertengkar apa tidak. Entah apapun bahasanya tapi kalau disampaikan dengan kecepatan dan nada tertentu maka kita dapat menebak apakah itu bertengkar atau bercakap-cakap biasa. Meski entah tebakan kita benar atau tidak.

Intinya saya merasa tidak nyaman dan ingin pergi keluar saja. Nah apalagi tempat fairnya itu diadakan dan diselenggarakan oleh sekolah Islam yang rencananya insyaAllah akan jadi tempat sekolah anak saya nanti ketika sudah menyusul ke sini. Makanya saya semangat 45. FYI, semua resident di unit saya qodarullah muslim. Makanya jangan heran kok bisa diajak ke fair sekolah Islam. Resident yang lain mayoritas sudah tinggal di unit ini jauh lebih lama dari dari saya sehingga sudah mengetahui seluk-beluk kota, dll.

Ketika kendaraan masuk ke area fair, saya langsung sumringah karena ini kali pertama melihat begitu banyak muslim kumpul bersama di Negara minoritas muslim ini. Ada banyak stand baju terlihat, arena permainan anak, dan stand-stand lain. Karena sudah masuk waktu ashar maka saya sholat dahulu sebelum putar-putar lagi. Alhamdulillah sekolah pihak penyelenggara menyediakan tempat sholat yang luas tepat di samping stand pakaian di dalam gedung.

IMG_20180804_171034IMG_20180804_171031IMG_20180804_162732IMG_20180804_163015Dok Pribadi. Foto-foto suasana pameran. Fotonya memang cuman sedikit dan ternyata ada yg blur. Lain kali akan diusahakan ambil foto-foto lebih banyak yak, insyaAllah.

Seusai sholat, saya melihat sepintas ke berbagai baju, yang mayoritas ala timur tengah. Saya tidak tertarik karena paling harganya mahal dan saya juga tidak memerlukan. Namun saya segera tertarik melihat area stand buku. Terlihat berbagai buku untuk anak-anak dengan manis terpajang. Ketika saya buka-buka, MasyaAllah bukunya bagus-bagus sekali. Kualitas gambar dan kertas dan kontennya bagus sekali untuk belajar anak. Harganya memang tidak bisa dikatakan murah, tapi juga tidak demikian mahal dengan kualitas yang demikian bagus.

Terus terang kalo soal buku saya lumayan langsung kalap. Lansung pilih dan pilah mana yang sekiranya cocok untuk anak namun tetap sesuai dengan kondisi keuangan.Terbayang bagaimana nanti saya akan mengajari dan membacakan buku itu untuk anak tercinta. Terbayang nanti waktu mengajari anak mengisi buku aktivitas, membacakan hadist, atau membimbingnya belajar sholat dengan buku yang full colour dan gambar yang menarik tersebut. Saya sendiri juga jadi belajar dengan membeli buku-buku tersebut, baik dari segi Bahasa Inggris maupun konten2nya.

Alhamdulillahnya pas ada promo spesial. Jadi kalau beli 3 buku maka salah 1 di antaranya gratis (yang harganya termurah). Okelah langsung saya sigap pilih-pilih dalam waktu lumayan lama. Habisnya semua buku buaguuus buaguuus. Lha saya kan jadi bingung mau beli yang mana. Akhirnya setelah menimbang dari berbagai segi, saya putuskan ambil 4 buku lalu mulai sesi tawar-tawar harga, berharap dapat potongan banyak. Maklum kondisi keuangan mepet sis, tapi tetap ingin memfasilitasi anak belajar (plus ibunya, plus bapaknya hehe).

Tiga buku yang saya ambil harganya masing-masing $ 13.9 (berupa buku aktivitas, panduan sholat, dan cerita-cerita moral dari hadist), sedangkan yang 1 harganya $22.9 karena memang tebal dan berisi 366 hadist harian untuk anak (jadi dalam 1 hari kita bias ceritain 1 hadist ke anak). Kalau ditotal berapa tuh $64.6 ya. Akhirnya 1 buku yang $13.9 dikasih free, yang ditotal 3 sisanya. Jadinya untuk 4 buku saya bayar $50, Alhamdulillah. Menurut saya untuk buku dengan kualitas seperti itu masih termasuk murah. Dan yang jual merupakan distributor langsung, jadi udah termasuk murah harganya. Salah 1 pembeli yang datang ke stand tersebut kaget karena membeli buku yang sama persis di stand luar tapi harganya 2 kali lipat dari harga yang dijual di stand yang saya beli. Jadi saya tidak menawar lagi ketika dikasih harga segitu karena katanya juga udah the best price he can give, hehe…

IMG_20180805_104010.jpg
Dok.pribadi: Hasil hunting buku untuk anak tercinta

Habis itu saya ketemu teman 1 unit (tadi mencar) yang bertanya kenapa disitu aja, di luar ada banyak stand lho (sambil menunjukkan aneka nasi biryani, butter chicken, dan jajanan lain yang sedaapppp dan bikin ngiler). Apalagi disini kagak perlu pusing ini halal apa tidak, insyaAllah halal semua. Teman saya juga berkata ini harus segera pulang karena dia ada acara lain. Wah, harus bergegas nih, berburu makanan take away lalu nyusul mereka yang nungguin di mobil.

Bergegaslah saya lihat dan pilih-pilih. Saat tanya ke penjual berapa harga nasi biryani ayamnya. Langsung cepat ia bilang, ökay for you 2 for $10. Padahal aslinya 1 nya $7. Pas tanya yang biryani kambing berapa ternyata 1 box harganya $8 dollar. Mereka tanya mau beli dua lagi kah? Saya jawab wah nggak karena saya cuma sendiri yang makan. Akhirnya boleh $10 dapat 1 box nasi biryani ayam dan 1 box nasi biryani kambing. Lagi-lagi Alhamdulillah…. Hemat 5 dollar. Padahal setelah buka nasi biryani ayamnya ealah saya kira kan ayamnya cuma suir kan, ternyata di bawah nasi ada 3 potong ayam besar.

Saya liat mereka juga jualan samosa, semacam pastel bentuk segitiga dengan rasa khas. Ketika tanya berapa, langsung dikasih harga 6 for $5. Padahal di daftar harga terpampang 2 for $3. Harusnya kalo 6 kan harganya $9. Lagi-lagi Alhamdulillah dapet rejeki lagi.

Saya jadi berpikiran Alhamdulillah dapet rejeki dimurahin terus ya dan dapet gratisan. Dapet tumpangan dari temen, dapet ketemu kenalan baru, dapet melihat suasana baru pemandangan baru, dan pas pulang hati dan pikiran sudah fresh lagi. Semua perasaan nggak enak yang tadinya ada lenyap sudah.

Ketika refleksi lagi, saya menyimpulkan inilah janji dari Allah seperti yang tertera pada AlQuran surat Ibrahim ayat 7 di atas.

Mungkin semua hal tersebut adalah berkah dari mensyukuri nikmat Allah, berterima kasih padaNya. Tiap saya merasa senang, merasa damai, mendapat keberuntungan, mendapat pertolongan, terselamatkan dari bahaya, saya selalu mengingat Allah dan berterima kasih atas segala limpahan karunia dan kasihNya. Saya menyimpulkan bahwa sepertinya hal tersebutlah yang membuat Allah semakin menambah nikmatnya. Lewat diskon-diskon yang saya dapat dan lewat semua nikmat yang saya tidak bisa sebutkan satu per satu.

Ternyata meringankan hati untuk bersyukur itu nikmat sekali, karena semakin banyak nikmat dan rejeki yang didapat. Entah didapat sekarang ataupun nanti, entah didapat di dunia maupun di akhirat. Karena bahkan dari setiap nafas yang masih bisa kita hembuskan dan setiap detakan jantung yang mengalirkan darah ke tubuh kita, disana ada nikmat dan karunia Allah untuk kita.

Kadang, kita bertanya-tanya nikmat apa yang sudah kita dapat dan tidak menyadari bahwa kehidupan kita sesungguhnya dilimpahi nikmat. Nikmat sehat, bisa melihat, bisa mendengar, bisa melihat, bisa berbicara, bisa menelan, dan sebagainya. Bahkan bisa buang air dan angin pun semua adalah nikmat, kalau tidak bisa malah harus ke rumah sakit. Tapi itu tidak bermakna kita boleh buang angin semaunya saja karena terkait adab juga.

Bisa hidup di negeri yang aman nyaman damai, bisa beribadah dengan tenang dan bebas dsb juga merupakan nikmat yang tiada duanya.

Supaya lebih meringankan hati untuk bersyukur ada baiknya kitasesekali melihat berita, foto, video, cerita dari Negara-Negara yang penuh konflik. Apa yang terjadi pada anak-anak dan keluarga-keluarga disana. InsyaAllah hal tersebut akan meringankan hati kita untuk benar-benar bersyukur dan meringankan tangan untuk membantu sesama.

Yup, sekian dulu posting kali ini ya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil di dalamnya.

Springfield, 13.08 pm

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s