Perjalanan menuju PhD (1)

22 April 2019

My feeling just mixed-up.
Nggak tau harus apa dan bagaimana. Dalam beberapa minggu terakhir beberapa ujian bertubi-tubi datang. Beberapa waktu lalu habis mendapat ujian besar. Namun Allah yang Maha Baik selalu melimpahkan pertolongan, rasa aman, nyaman, dan tenang di sela-sela semua kejadian.

30 January 2019
Sore sekitar pukul 4 suami bilang sakit saat di kereta dalam perjalanan pulang ke rumah seusai kegiatan di Brisbane. Minta dijemput di stasiun. Biasanya pulang jalan sendiri menempuh sekitar 1,5 km.
Melesat dg Nafi mengendarai mobil kesana. Memutuskan langsung ke GP (dokter) meski suami awalnya enggan. Ia mengira hanya sakit biasa saja dan mau istirahat.
Saya bersikeras tetap mengarahkan mobil ke GP yg sudah saya cari sebelumnya alamatnya. Itu adalah kali pertama harus ke GP di luar imunisasi anak.
Singkat cerita, GP mendiagnosa ada sakit yg perlu dicek lebih lanjut ke RS, harus CT Scan. Suami sudah merasa sakit luar biasa.
Di saat urgent, mau bayar, eladalah ternyata disitu ga bisa pakai kartu bayarnya, harus cash. Disini kan jarang bawa cash, belanja dan bayar apa2 hampir selalu pakai kartu. Fyuh, harus ninggal identitas, ambil duit di ATM dan balik kesana lagi.
Hari sudah mendekati magrib, mau ke RS yg lumayan jauh, terkendala bayar, posisi bawa anak kecil, suami sudah sakit teramat sangat. Lengkap sudah.
Akhirnya kami bagi tugas. Suami dan anak saya antar pulang supaya bisa sholat.
Saya cari ATM, ambil uang, balik ke klinik bayar, pulang lagi, dan siap2 ke RS termasuk menyiapkan amunisi si kecil seperti makanan, minuman dll krn disini bukan di Indonesia yg bisa gampang jajan dimana-mana.
Itu adalah kali pertama nyetir malam hari di high way yg entah kenapa gelap sekali ga da lampu. Namanya high way, ya pasti pada nyetir cepet2.
Jantung rasanya mau copot menahan semua tekanan. Di kursi belakang suami kesakitan. Aku si supir pemula ini deg-degan setengah mati berusaha mengikuti panduan Google map seraya memperhatikan jalan dengan semua lika-liku dan aturannya. Aku sudah tak peduli jika mobil lain mau ngebel kek gara-gara aku jalan pelan di high-way. That’s all I can do. Bawa nyawa, yg penting selamat.
Alhamdulillah Allah lindungi kami sampai di RS dg selamat. Alhamdulillah juga nafi tertidur selama perjalanan.


Namun cerita tak berhenti usai di situ….

InsyaAllah bersambung di part (2)

9.43 pm di Gailes, QLD, Australia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s