In-depth Interview

Hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan in-depth interview:

1.Kualitas peralatan yang baik.

Gunakan peralatan recorder yang berkualitas, misal digital voice recorder. Kuasai cara menggunakan peralatan dan coba praktekkan sebelum dipakai dalam interview sesungguhnya. Cek baterai, memory card dan kelengkapan perlengkapan beserta fungsinya sehari sebelum interview. Gunakan lebih dari 1 alat recorder sebagai back up, misal smartphone yg full baterai dan cukup memory space.

Kehadiran audio recorder dapat mempengaruhi Interviewee dalam menjawab pertanyaan. Oleh karena itu, interviewer perlu menjelaskan mengenai cara menjaga confidentiality dan privacy interviewee. Misal, nama interviewee akan menggunakan kode, tidak akan dishare ke pihak lain, dan disimpan di device yang dilindungi password serta secure cloud storage, misal Microsoft One Drive.

Jika interview menggunakan telepon, gunakan telepon kabel untuk kestabilan koneksi dan menghindari isu baterai habis. Jika interview dilakukan secara online misal dengan skype, usahakan interviewer dan interviewee menggunakan koneksi internet yang stabil. Gunakan juga software yang baik untuk merekam interview.

2. Tempat interview
a. Tempat yang tenang
Pemilihan tempat dapat mempengaruhi kualitas interview. Tempat yang tenang adalah yang ideal supaya background noise tidak mengganggu rekaman. Namun acapkali susah mengondisikan hal ini. Ketika interview dilakukan di kafe, background noise akan di luar kendali kita. Pun, ketika kita menanyakan hal sensitif maka bisa mempengaruhi interviewee dalam menjawab karena takut terdengar orang lain. Hal ini bisa membuat interviewee bicara sangat pelan sehingga tidak terekam dengan baik atau bahkan memanipulasi informasi.
Hal serupa bisa terjadi ketika dilakukan di rumah. Kehadiran anak atau anggota keluarga yang lalu-lalang, atau bahkan menemani interview dapat mempengaruhi interviewee dalam menjawab secara bebas.
b. Tempat dan waktu membuat interviewee merasa nyaman
Tempat interview perlu ditentukan sesuai dengan kenyamanan Interviewee, namun tetap appropriate. Bisa jadi kantor kita menjadi tempat interview, namun bisa jadi pula tidak karena bisa mempengaruhi privacy interviewee. Bisa jadi interview dilakukan di rumah interviewee ataupun kafe.
Interviewee seyogyanya diijinkan memilih tempat dan metode interview, baik face to face, telepon, video call, ataupun email.
Waktu interview usahakan mengikuti jadwal interviewee. Sampaikan perkiraan durasi interview sehingga interviewee bisa mengatur jadwal. Akan sangat tidak enak ketika di tengah-tengah interview yang menarik, tiba-tiba interviewee menyampaikan harus mengakhir karena ada janji dokter atau rapat.

c. Interviewer perlu merasa aman.
Penting bahwa interviewer merasa aman dan nyaman dengan tempat interview, apalagi jika respondent memiliki background tertentu misal gang member, prisoner, orang dengan kondisi mental health terganggu. Ketika pewawancara tidak merasa aman, ia cenderung akan melakukan interview dengan cepat dan kurang fokus.
‌Jika memungkinkan interviewer didampingi oleh research assistant yang lain meski menunggunya di luar venue wawancara. Opsi lain, interviewer mengabari lokasi dan waktu interview pada teman atau colleague dan menyampaikan akan telpon ketika selesai wawancara. Jika sampai waktu yang ditetapkan interviewer tidak telepon, maka teman/colleague akan menempuh langkah-langkah yang sudah dirancang, misal mencoba menelpon, ke tempat venue atau menghubungi polisi.

3. Tepat waktu
Sisihkan waktu cukup untuk pergi ke tempat venue. Anda tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi. Misal ada kemacetan, sinyal GPS hilang untuk mencari lokasi, tidak tersedia tempat parkir, dan rumah yang susah dicari.

4. Dressing appropriately
Cara berpakaian akan mempengaruhi responden dalam menilai kita sehingga bisa mempengaruhi dalam menjawab pertanyaan.
Berpakaianlah sesuai culture dan usia dari responden. Jika responden anak muda, berpakaianlah lebih casual. Akan aneh jika memakai jas lengkap dan bisa membuat responden kurang nyaman. Jika mewawancarai kalangan elit, tirulah gaya berpakaiannya, misal jas dasi lengkap.

Sekian dulu tips wawancaranya. See you next time.

17 June 2019, 10.11 am
Gailes, QLD Australia

Reference
Morris, Alan. (2015). A practical introduction to in-depth interviewing. SAGE.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s