Kisah tentang Ethical Approval

Setelah berhasil menempuh sidang Confirmation of Candidature (CoC) dalam 9 bulan (umumnya 1 tahun) sejak mulai studi, perjalanan studi S3ku terganjal ethical approval.
Padahal, data belum bisa diambil kalau ethical approval belum dikantongi.

Lima bulan berlalu sejak Juli 2019. Melewati masa berliku 1 kali ditolak, 1 kali conditionally approved, dan 1 kali revisi ulang setelah conditionally approved. Akhirnya aplikasi etik penelitian disetujui pada awal November 2019. Finally!
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.

Terima kasih Yaa Allah…. Segala puji bagiMu

Begitulah hidup ini. Ada kalanya kita bisa berjalan cepat, ada kalanya harus berjalan lambat karena berbagai hal.

Lalu bagaimana?

Apa betul kita tidak bisa melakukan apa-apa di saat-saat penantian?

Tentunya tidak. Selalu ada hal berharga yang bisa kita lakukan. Lihatlah sekeliling, lihatlah kesempatan-kesempatan, cobalah hal-hal yang baru, lakukan hal lain selagi menunggu, agar waktu tak berlalu begitu saja tanpa makna.

Lima bulan berjuang dan menunggu ethical approval membawa banyak makna untukku. Di sela-sela menunggu, alhamdulillah, bisa melakukan list di bawah ini:

  1. Menyelesaikan pembuatan paket informasi penelitian untuk pengumpulan data (lembar informasi penelitian, consent forms, panduan penggunaan alat-alat penelitian, dll).
  2. Mempelajari cara mengoperasikan software Actilife utk analisis data penelitian.
  3. Berhasil menginstall software FFMPEG di laptop dan mengconvert video file menjadi single images.
  4. Belajar NVivo.
  5. Belajar software R.
  6. Membuat draft chapter 1 dan 3 Thesis.
  7. Submit artikel pertama di jurnal kedua setelah ditolak di jurnal pertama (sekarang alhamdulillah sudah under review).
  8. Alhamdulillah terpilih menang pendanaan konferensi dari AAS utk pelaksaan tahun depan.
  9. Alhamdulillah dapat travel grant dari Unimelb dan dapat tambahan dana dari USQ untuk ikut kegiatan Replicats dan AIMOS2019 conference di Melbourne. Bisa merasakan hidup di Melbourne selama seminggu dengan keluarga awal November kemarin.
  10. Ikut beberapa kegiatan Workshop dari AAS.
  11. Belajar cara mengkoding image dari wearable camera.
  12. Dan banyak hal berharga lainnya selagi menunggu ethical approval.

Intinya, teruslah melangkah selagi menunggu sesuatu yg belum pasti. Jangan biarkan langkahmu terhenti. Lihatlah sekeliling mengenai apa yg bisa kamu lakukan.

Ambillah kesempatan-kesempatan yang datang, namun tetap dengan pertimbangan yang matang.
Ada kalanya kita harus melakukan sesuatu. Ada kalanya kita juga perlu memilih untuk tidak melakukan sesuatu.

Saat menunggu yang tidak pasti, bisa jadi kegalauan besar menempa diri. Jangan biarkan ia menguasaimu sehingga melumpuhkan kemampuan berpikirmu.

Ambil waktu sejenak untuk istirahat dan berpikir.

Take your time, enjoy things that you like, take deep breathe, eat good food, do some travelling, do some exercise, and most importantly…. Keep praying, praying, and praying.

May Allah always guide you in every step you take in your life.

Gailes, QLD
7.03 am, 13 November 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s