KUCING-KUCING LIAR

Source: https://pixabay.com/id/photos/keluarga-kucing-anak-kucing-5074732/

Beberapa waktu semenjak menginjak tanah air, kuperhatikan kucing-kucing liar rutin berlalu lalang di sekitar rumah di waktu tertentu.

Bahkan entah kucing yang mana juga rutin buang hajat di depan rumah! Suami jadi sibuk rutin membersihkan.
Kalo aku lebih milih bersihin bagian rumah yang lain aja, nyapu, ngepel dan sejenisnya.

Bagaimanapun, aku trenyuh dan ingin berbagi makanan pada kucing-kucing itu.
Kalau untuk adopsi belum mampu karena beban tanggung jawab di baliknya, misal makanan, memandikan, dll.
Mampunya ya menyediakan makanan semampunya, taruh depan rumah, kucing mana aja yang mau makan dan minum silakan.

Saya meminta suami beli makanan kucing dan tempat makannya sekalian di tempat adik.
Kebetulan adik (Dwi Sunu Datrianta) yang juga dokter hewan baru aja buka klinik hewan (Ohana Pet Care di Jln Bantul Yogyakarta) plus jual makanan2 kucing.
Jadi gampang tiap mau beli tinggal titip.

Kami taruhlah makanan kucing dan minuman di depan rumah.
Meski ga melalui pengumuman (hehe), entah dari mana para kucing selalu rutin berdatangan.
Bahkan saat tengah malam mengecek luar rumah pun terlihat kucing yang sedang makan dan minum.
Kadang emang kami taruh makanan juga pas malam, pas pagi cek udah habis.
Ternyata lumayan juga kucing yang singgah ke rumah kami.

Source: https://pixabay.com/id/photos/kucing-makan-dekat-mamalia-lucu-5246359/

Namun ternyata, kadangkala terjadi perseteruan sengit juga di antara para kucing liar itu.
Ada kucing yang ingin “menguasai” dan menganggap rumah kami sebagai rumah pribadinya!
Setidaknya ada dua yang seperti ini (1 jantan, 1 betina). Tapi yang satu (betina) makin jarang ke rumah kami entah apa sebabnya.

Yang kucing betina berani masuk rumah.
Kadang kala kucing ini cuma duduk-duduk aja, kadang muter sekeliling rumah.
Kadang kala pula ia ndlosor di lantai dengan posisi dua kaki lurus ke depan, seolah seperti hewan piaraan yang mengabdi.
Kucing ini juga berani masuk lewat jendela untuk minta makan jika tempat makanan kucing dah kosong saat dia datang.
Anak kami memberi nama kucing ini Chami, seperti nama kucing yang ada di buku yang dibacanya.
Chami ini termasuk tipe kucing tradisional.
Kurang suka makanan kucing instan yang kami beli, tapi suka banget pas dapet sisa kepala ikan, ayam, bahkan daging mentah pun di lahap.
Meski kami sudah sediain makanan kucing di depan, paling dia makan sedikit terus bergerilya dalam rumah tetep kekeuh minta makanan biasa.
Bahkan beberapa kali ketangkep berani naik atas meja dan dapur buat ambil daging!
Terus diapain dong?
Ya udah kami suruh keluar aja, paling di”gusah” udah keluar. Jangan sampe dipukulin kalo nemu kucing seperti ini.
Lha dia cuman dikasih nafsu, ga ada akal.
Kalo kucing rumahan yang terlatih mungkin bisa ya dilatih kagak ambil makanan di meja. Lha ini kucing liar.
Jadi ya jangan expect tinggi-tinggi. Kita maklumin aja, sambil lebih rapi nyimpen makanannya.
Untungnya kalo digusah ia cepat pergi.

Kucing satunya lagi kucing jantan, kami sebut garong.
Agak gedhek juga sama kucing yang ini. Soalnya sering buang air sembarangan di sekitar rumah.
Kata suami, kucing jantan emang kayak gitu buat menandai daerah kekuasaannya.
Kucing ini tadinya ga berani masuk rumah, cuman di depan rumah aja.
Namun itu untuk sementara waktu aja sodaraaa… Lama-lama ia pun berani masuk ke dalam rumah.
Pas pertama kali masuk ke rumah, dengan semangat ia masuk berlari seolah mengejar sesuatu.
Kami ikuti karena kami kira ngejar tikus atau apa.
Eh ternyata ia pergi ke dekat dapur, ambil posisi, dan yakkkkkk buang air di depan kami sodara-sodaraaaaa…. huahuahua…

Terakhir kemarin tas saya sukses dikencingi. Pas mau dipake, diangkat kok basah?
Hadehhhh…………..kucing liar oh kucing liar.

Ya dibersihin aja sambil rutin nggusah.

Maksud kami mbok ya pada makan dan minum di luar rumah aja. Entah kenapa kok ada yang pengennya masuuuk aja dalem rumah.

Terus, si Garong ini aliran ndablek juga.

Kalo Chami, digusah dikit sama kita jalan keluar, maka dia ngikutin keluar, terus kita masuk lagi deh tutup pintu.

Kalo Garong, mau digusah dikit kek, banyak kek, cuek aja dia. Di cipratin air dikit juga gak takut, banyak juga gak ngaruh.
Pas digusah pakai bunyi pesawat mainan anak baru deh keluar. Tapi berikutnya kayaknya dah gak takut lagi, wkwkwk
Bahkan pernah dengan santainya setelah menolak digusah njuk buang air di depan mata kita! huahahaha
Piye jal nek koyo iku?

Lha wis, dibersihin aja.
Alhamdulillah Allah melapangkan hati kami.

Garong ini juga lah yang kayanya kadang ngusir kucing lain yang datang.
Namun kucing-kucing lain pun tak kalah pintar. Mereka datang di waktu Garong ga ada, misal pas tengah malem gitu deh.

Terus gimana dengan nasib kotoran kucing?
Alhamdulillah gak ada lagi kotoran kucing tercecer di paving depan rumah.
Tapi kucing yang meningkat “kecerdasannya” itu memutuskan buang hajat di pot-pot tanaman kami. Mungkin maksudnya pengen ngasih pupuk kali ya, huahahaha
Tapi tetep saya rutin sounding ke para kucing, silakan makan disini tapi jangan buang hajat di sini. Biarlah mereka paham atau nggak silakan, namanya juga ikhtiar, haha…

Yang jelas kami rutin nyuruh keluar kalo pada masuk, tapi tetep nyediain makanan dan minuman sebisa kami.

Nah, para sobat semua juga bisa berbagi hal serupa.
Pengalaman di atas bisa jadi bahan pelajaran buat bikin trik tertentu supaya gak ngalamin yg nggak enak2nya, tapi tanpa menyakiti binatang ya, misal mukul, lempar sandal, dll.

Semoga sedekah kita ke binatang menjadi pemberat timbangan amal kebaikan kita di yaumil hisab nanti dan menjadikan salah satu amal yang membantu kita masuk surga, terlepas dari siksa api neraka. Aamiin….

Yogyakarta, 30/09/2020. 4.30 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s