Rejeki

Doc pribadi. Pemandangan dari balik jendela rumah tinggal kami di Goodna, Queensland, Australia

Rejeki itu tak selalunya berupa uang. Dalam kesederhanaan merasa bahagia pun merupakan rejeki. Merasa tenang dan senang “hanya” karena lihat pemandangan pepohonan dari balik jendela kamar pun merupakan rejeki. Justru perlu makin bersyukur. Karena tak perlu banyak syarat untuk merasa senang, tenang, damai, dan bahagia.

Semakin kau tinggikan syarat untuk mencapai senang dan bahagia, semakin mudah menderita pula kau rasakan. Semakin tak bersyukur jadinya. Jadi mudah mengeluh akibatnya.

Semakin banyak kau bersyukur dengan hal-hal yang tampak kecil, semakin bahagialah kau rasakan.

Karena ketenangan dikala berbagai persoalan menerpa adalah rejeki yang luarrr biasaaa…

Karena semakin banyak bersyukur, Allah akan semakin menambah rejeki bagi kita. Sementara semakin banyak ingkar nikmat, makin pula tambah tak bahagia.

Dok pribadi. Foto dari balik jendela rumah di Goodna, Australia

Kembali ke foto di atas. Merasa tenang, syahdu dengan pemandangan pepohonan dan alam sekitar di balik jendela, ditemani cicit cuit aneka ragam burung yang beterbangan melintas di pagi ini, adalah nikmat yang sangat berharga dari Sang Pencipta, Allah SWT.

Warm wishes,

Fitria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s