About

Fitria adalah seorang Dosen yang mengabdi di Universitas Negeri Yogyakarta, tepatnya di Jurusan Pendidikan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Wanita kelahiran Kudus pada tahun 1988 ini menempuh pendidikan S1 dan S2nya di kampus yang sama dengan tempat ia mengajar.

Fitria memulai perjalanan S1nya pada tahun 2005 setelah menamatkan pendidikan di SMA 1 Kudus. Ia mengambil prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
Meneruskan hobinya bermain basket sejak SMA, saat S1 Fitria aktif dalam UKM BolaBasket. Bersama dengan timnya yang solid, ia turut mengharumkan nama kampusnya dengan memenangkan berbagai pertandingan dan Liga BolaBasket pada level lokal, regional, sampai berhasil masuk ke Liga level nasional.

Selain aktif di UKM BolaBasket, ia juga aktif mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah. Selain menyabet gelar juara beberapa event lomba karya ilmiah di Fakultasnya, Fitria juga memenangkan seleksi Mahasiwa Berprestasi tingkat Fakultas pada tahun 2008 dan 2009.

Pada tahun 2008 pula, Ia terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program pertukaran pemuda ke China (ASEAN Young Leader Exchange Program). Bersama 8 delegasi lainnya dari Indonesia, Ia mendapat kesempatan untuk belajar ke China (utamanya di Nanning) selama 2 bulan dan dipercaya mengemban tugas menjadi deputy leader. Di sana, Ia mendapat kesempatan bertemu dengan teman baru dari berbagai negara (China, Singapura, Brunei, Malaysia).

Sepulang dari China, Fitria berhasil terpilih dalam seleksi pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Ia pun mendapat kesempatan mengenyam ilmu di University Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia pada awal tahun 2009.

Meskipun aktif dalam berbagai kegiatan, hal tersebut tidaklah mengganggu kegiatan akademik wanita ini. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilannya menyelesaikan studi S1 dalam waktu 3.5 tahun dan dengan gelar Cumlaude. Fitria menamatkan pendidikan S1 nya pada pertengahan tahun 2009 dengan IPK terbaik di Fakultasnya.

Lulus dari S1, pada tahun yang sama, Fitria melanjutkan studi S2 di UNY dengan mengambil Prodi Ilmu Keolahragaan konsentrasi Olahraga Anak Usia Dini.

Guna membiayai studinya itu, selain mendapat dukungan sebagian dana dari orangtua, ia membuat sekolah renang bersama dengan temannya, Aprida Agung Priambadha (yang kemudian menjadi suaminya). Bersama dengan Aprida, Fitria merintis kerjasama dengan berbagai instansi untuk menyediakan program pembelajaran renang yang aman, murah, dan bermutu. Fitria sendiri juga terjun menjadi guru renang baik di sekolah maupun di luar sekolah (privat).

Fitria berhasil menamatkan S2 pada tahun 2011 dalam waktu 20 bulan. Lagi-lagi, Alhamdulillah dengan karunia Allah SWT, maka Ia bisa meraih gelar terbaik wisudawan S2. Ia mendapat gelar Cumlaude dan didaulat untuk menyampaikan pidato mewakili mahasiswa pada saat wisudanya.

Pada tahun 2012, Fitria lolos seleksi CPNS dosen UNY. Pada tahun yang sama pula ia mendapatkan beasiswa S3 ke Amerika Serikat. Namun, peraturan pemerintah atas statusnya yang CPNS membuatnya urung menempuh studi di AS. Memang, aturan saat itu berbunyi bahwa CPNS tidak bisa menempuh tugas belajar.

Pada tahun 2014, Fitria menikah dengan Aprida. Beberapa bulan setelahnya, saat  mengandung dengan usia janin baru beberapa minggu, Fitria mendapat kesempatan mengikuti sebuah konferensi internasional pendidikan jasmani di Finlandia. Konferensi tersebut mempertemukannya dengan seorang Professor dari University of Basel di Switzerland.

Beberapa waktu setelah konferensi, Professor tersebut mengiriminya email dan menawari untuk mencoba apply suatu grant. Singkat cerita, mereka berhasil mendapatkan grant tersebut pada tahun 2015. Grant yang membuat Fitria beserta suami dan anaknya yang kala itu masih 6 bulan bisa menjejakkan kaki di Switzerland, serta negara-negara di dekatnya seperti Jerman, Perancis, dan Belanda.

Asa Fitria untuk meraih pendidikan di luar negeri tidak surut. Sambil memperbaiki kemampuan bahasa Inggris, academic writing, dan menelitinya, ia menyusun langkah guna mengejar impiannya itu.

Setelah gagal pada seleksi suatu beasiswa, ia tidak patah arang dan mencoba mendaftar Australia Awards Scholarchip pada tahun 2017. Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SWT, Ia berhasil mendapatkan beasiswa tersebut dan memulai studinya di University of Southern Queensland pada 2018. Suami dan anak laki-lakinya yang kini berusia 5 tahun turut mendampinginya dalam studi ini.